pict

pict

Selasa, 29 November 2011

DIREKTORI LINUX

A.Struktur direktori linux dan fungsinya
Direktori root Linux memiliki beberapa direktori yang merupakan standar direktori pada banyak distro Linux. Direktori-direktori tersebut antara lain
NAMA beserta FUNGSInya masing masing:
  • /bin berisi file-file binary standar yang dapat digunakan oleh seluruh user baik user biasa maupun super user
  • /boot berisi file-file yang digunakan untuk booting Linux termasuk kernel image
  • /dev berisi file system khusus yang merupakan refleksi device hard-ware yang dikenali dan digunakan sistem
  • /etc berisi file-file konfigurasi sistem, biasanya hanya boleh diubah oleh super user
  • /home berisi direktori-direktori yang merupakan direktori home untuk user biasa dan aplikasi tertentu
  • /lib berisi file-file library yang digunakan untuk mendukung kerja kernel Linux
  • /mnt direktori khusus yang disediakan untuk mounting (mengaitkan) device disk storage ke sistem dalam bentuk direktori
  • /proc berisi file system khusus yang menunjukkan data-data kernel se-tiap saat
  • /root direktori home untuk user root (user khusus dengan priviledges hampir tak terbatas.
  • /sbin sama seperti direktori bin, tetapi hanya super user yang se-baiknya menggunakan binary- binary tersebut mengingat fungsi-fungsi binary yang terdapat di direktori ini untuk maintenance sistem
  • /tmp berisi file-file sementara yang dibutuhkan sebuah aplikasi yang sedang berjalan
  • /usr berisi library, binary, dokumentasi dan file lainnya hasil instalasi user
  • /var berisi file-file log, mailbox dan data-data aplikasi

B.Proses Link Direktori Pada Linux

SIMBOLIC LINK
Link adalah teknik untuk memberikan lebih dari satu nama file dengan data yang sama. Bila file asli dihapus, maka data yang baru juga terhapus. Format dari Link : ln fileAsli fileDuplikat

File duplikat disebut hard link dimana kedua file akan muncul identik (link count=2) Bila fileAsli atau fileDuplikat diubah, maka perubahan akan terjadi pada file lainnya.
Simbolic link diperlukan bila file tersebut di “Link” dengan direktori /file yang berada pada partisi yang berbeda. Tipe file menjadi 1 (link) dan file tersebut menunjuk ke tempat asal. Format :
ln –s /fullpath/fileAsli /FullPath/FileDuplikat
Pilihan –s (shortcut) merupakan bentuk soft link, simbolic link dapat dilakukan pada file yang tidak ada, sedangkan pada hard link tidak dimungkinkan. Perbedaan lain, simbolic link dapat dibentuk melalui media disk atau partisi yang berbeda dengan soft link, tetapi pada hard link terbatas pada partisi disk yang sama.


Symlink adalah file khusus yang berisi path absolut atau relatif. Saat sebuah path hendak diresolusi (yaitu, ditelusuri elemen-elemennya dari teratas hingga terbawah untuk menemukan file/direktori), jika elemen path mengandung symlink maka ini akan dapat "membelokkan" atau mengubah proses pencarian.
Contoh: jika /home/steven adalah sebuah direktori, /home/steven/tmp adalah sebuah symlink yang berisi path "/tmp" (path absolut) maka ketika /home/steven/tmp diresolusi, hasilnya adalah /tmp. Dan ketika /home/steven/tmp/f1.txt diresolusi, hasilnya adalah /tmp/f1.txt.
$ cd /tmp

$ echo "ini file /tmp/f1.txt" > f1.txt; # membuat file contoh

$ cd /home/steven

$ ln -s /tmp tmp; # membuat symlink ke /tmp

$ ls -l tmp
lrwxrwxrwx 1 steven steven 4 2008-06-28 15:23 tmp -> /tmp

$ ls -l /home/steven/tmp/1.txt; # akan merujuk ke /tmp/f1.txt
-rw-r--r-- 1 steven steven 2 2008-06-28 15:26 tmp3/f1.txt

Contoh lain, jika /home/steven/bin adalah sebuah symlink ke "../scripts" (path relatif) maka ketika /home/steven/bin/script1 diresolusi akan menjadi /home/steven/scripts/script1.
Catatan: seperti bisa dilihat pada contoh di atas, perintah ls menampilkan symlink beserta isi/targetnya dengan notasi tanda panah ->.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar